mxCYnzPe18xDxXL0Vhgo7rkBq8hQL3pD8BhGXUWp

Keuntungan dan Kerugian Pre Order Ponsel

Keuntungan dan Kerugian Pre Order Ponsel

On Tips TEch - Sekitar satu tahun terakhir, para produsen dan distributor ponsel lebih giat menggelar preorder alias prapesan ponsel. Sebuah ponsel yang baru diluncurkan tidak langsung dijual bebas. Peminat diminta melakukan order di muka melalui media online. Pengiriman barang baru dilakukan 2-4 Minggu kemudian.

Supaya lebih menarik, selama masa prapesan ditambahkan iming-iming aneka bonus dan diskon. Kerja sama dengan penerbit kartu kredit dan toko online pun dijalin erat. Tertarik ikut prapesan? Ketahui dulu keuntungan dan kerugiannya.

Harga Lebih Bersahabat

Harga yang harus sobat bayarkan selama masa preorder hampir selalu lebih murah daripada harga normal yang kelak benar berlaku. Selisih harga preorder dengan harga normal bervariasi, mulai dari Rp 100 ribu hingga jutaan.

Sobat yang teliti mungkin akan bertanya, mengapa admin menyebutkan "hampir selalu lebih murah" dan bukan "pasti lebih murah"? Itu dikarenakan, dalam beberapa kasus yang sangat jarang terjadi, harga preorder ternyata sama dengan harga normal atau mungkin lebih mahal.

Hal tersebut biasanya terjadi jika jumlah penjualan di masa preorder di anggap tidak menggemirakan. Menanggapi kondisi itu, harga jual preorder langsung di koreksi menjadi sama dengan harga normal.

Mendapatkan Aneka Bonus

Pembelian selama masa preorder biasanya disertai aneka bonus. Misalnya, flip cover, kartu perdana dengan akses internet gratis selama sekian bulan, power bank, dan Pelindung layar. Tahu aplikasi yang bernama Line,kan? Boneka karakter Line sering pula dijadikan sebagai bonus preorder.

Angsuran Tanpa Bunga

Selama masa preorder, pemilik kartu kredit bank tertentu bisa memilih angsuran tanpa bunga selama 6-12 bulan. Kadang malahan ada yang menawarkan angsuran tanpa bunga selama 2 tahun. Penawaran tersebut bukanlah hal yang mustahil dipadukan dengan dengan gratis angsuran sekali.

Saya akan memberikan satu contoh.

Sobat ingin mengikuti preorder ponsel seharga Rp 6 Juta dengan angsuran tanpa bunga selama satu tahun. Jika dihitung, setiap bulan anda harus membayar Rp 500 ribu. Seandainya ada promo gratis angsuran sekali, berarti anda hanya perlu membayar cicilan Rp 500 ribu itu sebanyak 11 kali.

Angsuran keberapa yang gratis?

Tergantung kebijakan penyelenggara penerbit kartu kredit atau penyelenggara preorder. Ada yang menggratiskan angsuran pertama, ada juga yang ke dua belas.

Selain menguntungkan, jika ditinjau dari sudut pandang tertentu, preorder bisa dianggap merugikan pemesan. Berikut satu hal yang pasti terjadi dan dua hal yang mungkin terjadi juga:

Bayar Dulu, Terima Belakangan

Pembeli selama masa preorder wajib melakukan pembayaran terlebih dahulu. Tanpa pembayaran terlebih dahulu, pemesanan dianggap belum sah.

Namanya saja preorder, selesai membayar, barang yang telah dipesan tidak akan langsung sampai ke tangan penjual. Yang paling sering terjadi, penyelenggara preorder menjanjikan pengiriman dimulai dua minggu sejak tanggal awal masa preorder. Bahkan, ada pula yang pengiriman baru dilakukan sebulan berikutnya.

Pengiriman Molor

Ini sering terjadi dalam penjualan preorder. Dikarenakan beberapa alasan, jadwal pengiriman tidak sesuai dengan informasi semula. Terlambatnya jadwal pengiriman beragam, mulai dari hitungan hari, minggu, bahkan bulan.

Pemesan atau pembeli biasanya memiliki tiga opsi yang sama-sama tidak menegakkan. Pertama, menunggu dengan sabar. Kedua, menunggu dengan emosi. Yang ketiga membatalkan pemesana, kemudian menunggu proses pengembalian dana yang paling cepat 14 hari kerja.

Barang Yang Diterima Tidak Normal

Sobat mengikuti preorder ponsel dan pesanan telah sampai ditangan anda. Saat dicek, ternyata ponsel itu bermasalah. Layarnya bergaris-garis. Sangat wajar jika sobat komplain dan minta penggantian unti baru.

Baca juga: Ponsel baru anda bermasalah? Baca ini dulu!

Yang menjadi masalah, prosedur komplain tidak semudah membalikkan telapak tangan loh... Biasanya anda harus menghubungi penjual melalui live chat, email, atau formulir khusus yang disediakan. Selanjutnya mesti ini... itu..., mengirimkan ponsel yang tidak berfungsi secara normal. dan seterusnya. Total waktu yang dibutuhkan biasanya 1-3 minggu, tergantung kecepatan tanggapan penjual dan tempat.

Subscribe to receive free email updates:

Related Posts
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Posting Komentar